Dalam belajar bahasa, baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris, semuanya diawali dengan mengenal dan memahami betul tentang A, B, C,

Ya, kita semua sudah mengenal itu, tapi, apakah kita sudah menerapkan untuk mengawali belajar kita, karena memang hidup ini sebuah proses belajar yang berkesinambungan dan tidak pernah henti, belajar seumur hidup, long life education, atau belajar mulai dari rahim sampai masuk liang lahat.

Mari kita kembali memahami mengapa kita harus memulai kembali dari A, B, C,

A adalah untuk Assured (=pastikan)
Maka dalam hidup ini kita harus benar-benar pastikan, bahwa kita ini mau untuk assured “pastikan”, namun apa yang harus kita pastikan,,?

1. Pastikan kita punya impian (=dream, goal, destination, tujuan, cita-cita)
Itulah yang pasti harus kita punyai, sebuah cita-cita, tujuan, detination, goal, dream. Sebab tanpa itu tidak akan ada yang kita kerjakan, tidak akan pernah ada sesuatu yang kita lakukan.
Coba aja kita simak (i have a dream “westlife” mode on), kita harus punya dream, impian, cita-cita yang tinggi dan setinggi mungkin. Sebuah lagu yang harus selalu selalu kita dengungkan di telinga, hati dan pikiran kita, hati selalu kita jaga, kita pelihara, dan kita rawat. Jangan sampe dream kita hilang menguap begitu saja, atau jangan sampai dicuri orang, karena sekarang ini banyak orang yang kehilangan cita-citanya, baik hilang menguap dengan sendirinya ataupun hilang dicuri orang. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS2, Al Baqarah:261)

2. Pastikan kita mau berkorban
Setelah kita menetapkan dream kita, goal kita, destination kita, maka hal kedua yang pasti dan harus kita lakukan adalah mau berkorban, rela berkorban apapun untuk sesuatu yang menjadi dream kita. Paling tidak adalah pengorbanan waktu dan tenaga, dan tidak kalah pentingnya, dan ini yang utama adalah berkorban harta kita.
Jika hanya untuk membalas sms, kita rela keluar malam-malam dan hujan untuk membeli pulsa, maka untuk sebuah dream, goal kita yang tinggi dan besar di depan sana, kita mestinya lebih mau berkorban, harta,diri pribadi kita, termasuk waktu yang diberikan kepada kita. Sebab tanpa pengorbanan, tidak akan ada yang bisa kita peroleh dari semua dream kita, yang ada hanyalah angan-angan kosong tentang sebuah kenyataan. “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ” ” (QS31, Luqman:16)

3. Pastikan kita mau belajar, mau diajar, dan mau mengajar.
Tiga hal itu harus ada pada diri kita, mandiri dalam belajar, mau membuka akal dan pikiran untuk dapat menyingkap dan mengetahui rahasia dan keajaiban alam semesta, di setiap tempat dan di setiap waktu, pastikan kita mau belajar. Lebih baik lagi jika kita selalu menyiapkan buku kecil dan alat tulis, untuk mencatat segala apa yang kita temukan dari gagasan yang muncul, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang sukses.
Mau diajar dari siapapun yang mempunyai sesuatu yang tidak kita punya. Jangan kita seperti iblis laknatullah yang mentang-mentang, “aku KAU suruh sujud hormat pada dia (Adam a.s.), nggak, aku lebih baik dari dia, aku KAU ciptakan dari api, sedangkan dia ENGKAU ciptakan dari tanah” yang menjadikan iblis dilaknat ALLAH dan menjadi penghuni neraka. Senada dengan itu, ketika seseorang menyatakan “mau ajar aku, hah, kamu mau ajar aku, kamu itu apa, aku lebih banyak makan garam daripada kamu makan nasi, mau ajar saya”. Jika demikian adanya maka jelas tidak akan bisa untuk sukses, plus sikap sombong ini sangat dibenci oleh ALLAH SWT. “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” ” (QS7, Al A’raaf:12)
Ketika kita melihat teman atau sahabat menemui sebuah kesulitan dan dia tidak mengetahui bagaimana pemecahannya, bahkan sampai dia meminta penjelasan kepada kita, maka sudah sepatutnya kita mau mengajari mereka, disamping nilai kebaikan yang kita dapatkan, maka saat kita mengajarkan sesuatu pada orang lain, berarti kita sudah menuliskan hal yang kita ajarkan berlipat ganda di otak kita.

B. adalah untuk Believe (yakin, percaya)
Sebuah keyakinan harus kita tanamkan pada diri kita yang sudah memiliki dan mencanangkan sebuah dream, goal, destination.

1. Percaya dan Yakin kepada ALLAH SWT
Inilah hal pertama yang mesti kita punyai, sebuah keyakinan bahwa ALLAH tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-NYA. Setiap butir kebaikan, walaupun sangat-sangat kecil, dan berada di dalam batu hitam atau di dalam bumi, baik berupa kebaikan ataupun keburukan, maka ALLAH pasti mendatangkan hasilnya, memberikan balasannya, balasan pahala dan kebahagiaan untuk kebaikan, dan siksa dan kesengsaraan dari dosa perbuatan buruk yang dilakukan. “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”" (QS3, Ali ‘Imran:195)

2. Percaya kepada diri sendiri.
Jika kita sudah yakin dan percaya kepada ALLAH, maka hal selanjutnya yang harus kita punyai adalah percaya pada diri sendiri. Kita harus mengusahakan dengan sekuat tenaga untuk menggapaii dream, goal kita. Sebab ALLAH tidak akan pernah menurunkan hujan emas dari langit, tetapi ALLAH menurunkan air hujan, yang selanjutnya menumbuhkan tanaman yang sangat bermanfaat dalam hidup kita. ALLAH tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubah keadaannya sendiri. “Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS13, Ar Ra’d:11)

C. adalah untuk Commit (komitmen)
Komitmen bukan hanya sekedar janji-janji palsu. Komitmen merupakan suatu janji pada diri sendiri walau bagaimanapun dan apapun kondisi atau keadaannya, akan sungguh-sungguh ditepati. Itu adalah perwujudan dari kalimat insyaALLAH, jika ALLAH menghendaki. kalimat ini berarti 99,99% harus kita tempuh dengan kesungguhan, hanya sekian persen sebagai batas akhir tentang keputusan ALLAH.
Jika kita telah berusaha dengan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin, maka akhir dari segala usaha itu adalah memasrahkan hasil akhir kepada ALLAH sebagai kepastian terakhirnya. “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS64, At Taghaabun:16)

Alkisah ada seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah setengah baya. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh…saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore untuk menengok anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. ”Wouw… hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya?” ”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita : ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat berkerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, dan yang ke tujuh menjadi Dosen di sebuah perguruan tinggi terkemuka Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ?” Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.” kata sang Ibu.

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… mungkin ibu agak kecewa ya dengan anak ibu yang pertama, karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi seorang petani?”

Apa jawab sang ibu..???
Dengan tersenyum ibu itu menjawab :
”Ooo …tidak, tidak begitu nak….Justru saya SANGAT BANGGA dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”… Pemuda itu terbengong….

Jadi, apakah ukuran sukses..??
Duniakah,,,
Profesikah,,,
Mobil Mewah,,,
Rumah Bertingkat,,,
Kecantikan or Kegantengan,,,

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [QS3. Ali 'Imran:14]

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?.” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [QS3. Ali 'Imran:15]

Renungan Ayat:

Mereka menjawab: ” Berdoalah kepada Tuhanmu untuk Kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina Apakah itu.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”.
Mereka berkata: “Berdoalah kepada Tuhanmu untuk Kami agar Dia menerangkan kepada Kami apa warnanya”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”
Mereka berkata: “Berdoalah kepada Tuhanmu untuk Kami agar Dia menerangkan kepada Kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena Sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi Kami dan Sesungguhnya Kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).” (QS. Al-Baqarah: 68-70)

Suka Nyulitin Diri
Coba lihat ayat diatas tampak dialog antara Nabi Musa as dengan bangsa Yahudi, betapa mereka suka mempersulit diri. Padahal ketika Allah Swt menyuruh mereka menyembelih sapi dan langsung menyembelihnya saat itu juga, tentulah Allah tidak akan marah. Mereka malah terus bertanya sapi yang manalah, warna apalah.
Jika ada yang menawarkan kita, ke rumah saya yuk, hari minggu ada pengajian…jawab langsung… Insya Allah saya datang!!!! Meskipun ketika waktunya tiba kita sibuk lah atau berhalangan hadir..nggak apa asal buka disengaja.
Coba kalau kita jawab.. eehh ntar yah…ennghh kalau nggak sibuk…Saya lihat jadwal dulu yah…!!!
Kalau kita mempersulit apa saja meskipun yang sepele sekalipun, tentulah semuanya akan terasa sulit dan berat. Apalagi jika dikaitkan dengan Islam pastilah jika hati atau akal susah diajak kompromi karena dianggap berat, susah apalagi kalau yang datang malas dan lesu.
Lihat Yahudi di ayat atas, mereka terus mengeluh, merintih meskipun banyak nikmat yang mereka rasakan. Pantaslah Allah Swt murka terhadap mereka.

Katakan Aqu Bisa
Ketika kita lihat ada orang yang rajin membaca Qur’an…jangan bilang.. Susah yah kayak gitu!!!… pastilah perbuatan itu akan susah. Tapi bilang… kenapa gue kagak bisa…dia aja bisa kenapa saya tidak!!!. Mudahkan semuanya Insya Allah semuanya mudah. Ketika ada orang bersedekah 1 juta, jangan bilang.. Wah hebat euy…gue sih masih kagak bisa..!!meskipun dananya berlebih. Bilang saja.. …. Saya bisa dan sekarang saya kasih 2 Jutameskipun kita merasa berat mengelurakannya. Pasti ada fase dimana hati dan akal mulai memberi keringanan pada tubuh yang tadinya sulit dikompromikan. Yang paling parah sudah nggagap sulit terus ngomongnya jelek lagi… Ufh Sombong…mentang-mentang punya duit… artinya suka usil lihat orang..semua dikomentari.
Lakukan kebaikan saat ini juga, detik ini juga, menit ini juga, hari ini juga kalau terlintas kebaikan dan taat dalam hati kita. Taat dan kesempatan akan sirna manakala kita menganggap semuanya berat dan sulit.
Bahagia, ketenangan batin, penyelesaian masalah, adem ati pastilah dimiliki oleh orang yang mampu mengambil kesempatan dalam taat seketika itu juga….

Allahumma Sahilna fi Umurina, Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinika
Ya Allah mudahkan urusan kami, Ya Allah tetapkan hatiku pada agama MU.

Suatu hari, seorang anak mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian anak itu menghulurkan sehelai kertas yang bertuliskan sesuatu. Si Ibu segera membersihkan tangannya, lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh anak itu dan membacanya.

Upah membantu Ibu:
1. Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2. Menjaga adik Rp20.000
3. Membuang sampah Rp5.000
4. Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5. menyiram bunga Rp15.000
6. Menyapu Halaman Rp15.000
Total : Rp85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.
Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama …
OngKos mengandungmu selama 9 bulan- GRATIS
OngKos berjaga malam karena menjagamu – GRATIS
OngKos air mata yang menetes karenamu – GRATIS
OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu – GRATIS
OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS
OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS
Jumlah seluruh kasih sayangku – GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibundanya, lalu memeluknya seraya berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: “LUNAS”.

Waktu usiamu 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu …. sebagai balasannya … kau menangis sepanjang malam.
Waktu usiamu 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan .. sebagai balasannya … kamu kabur waktu dia memanggilmu.
Waktu usiamu 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .. sebagai balasannya … kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.
Waktu usiamu 4 tahun, dia memberimu pensil warna … sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.
Waktu usiamu 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.
Waktu usiamu 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah … sebagai balasannya … kamu berteriak “NGGAK MAU …!”
Waktu usiamu 7 tahun, dia membelikanmu bola .. sebagai balasannya .. kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.
Waktu usiamu 8 tahun, dia memberimu es krim … sebagai balasannya.. .kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.
Waktu usiamu 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu … sebagai balasannya … kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.
Waktu usiamu 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun … sebagai balasannya ….. kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Waktu usiamu 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .. sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain.
Waktu usiamu12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa … sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah.
Waktu usiamu13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya .sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode.
Waktu usiamu 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .. sebagai balasannya … kamu nggak pernah menelponnya.
Waktu usiamu 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu … sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu.
Waktu usiamu 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil …sebagai balasannya … kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya.
Waktu usiamu 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .. sebagai balasannya … kamu pakai telpon nonstop semalaman.
Waktu usiamu 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya … kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.
Waktu usiamu 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama … sebagai balasannya … kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman.
Waktu usiamu 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”.. sebagai balasannya … kamu menjawab “Ah,cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”
Waktu usiamu 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu … sebagai balasannya … kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”
Waktu usiamu 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi .. sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu usiamu 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu … sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu usiamu 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanyatentang rencana di masa depan … sebagai balasannya .. kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”
Waktu usiamu 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu .. sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu usiamu 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu … sebagai balasannya … kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”
Waktu usiamu 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu .. sebagai balasannya kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Waktu KEDUANYA berumur 50 tahun lebih, keduanya sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu … sebagai balasannya …. kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya … dan hingga SUATU HARI, keduanya meninggal dengan tenang … Tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan kepada keduanya … dan itu menghujam HATIMU bagaikan tikaman belati.
Untuk itu, jika orangtuamu masih ada … berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah kamu berikan selama ini … Dan jika orangtuamu telah tiada … ingatlah kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya kepadamu dengan tulus dan tanpa syarat apapun.
Apakah kamu sayang kepada orangtuamu? Karena orangtuamu selalu menyayangimu.

dikutip dari catatan teman

dolphin

Assalamu’alaikum Wr Wb,,

Sayang,
Mari kita memeriksa diri kita sendiri, menghitung diri kita sendiri, sebelum nanti semua apa yang kita lakukan dihisab dengan amat cepat oleh ALLAH SWT,
[QS;Al Anbiyaa',21:47] Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

Sayang,
Aurat adalah perhiasan untuk mereka yang berhak, dan aurat seorang wanita hanya berhak dilihat dan dinikmati sepenuhnya oleh suami pendamping hidupnya, dan tidak layak dilihat oleh yg bukan muhrimnya. Begitu pula indahnya tubuh wanita, tidak seharusnya dilihat orang lain apalagi seluruh dunia bisa melihat keindahan itu lewat jendela kaca ini.

Dan, ingat sayang,
Seperti itu pula di akhirat nanti dinampakkan kesalahan seseorang dihadapan mata semua orang di padang maghsyar, dihari dinampakkan kesalahan,
[QS;At Taghaabun,64:9] (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.

Maka sayang,
Mari berhati-hati, apalagi di jendela kaca ini, yg bahkan bisa dilihat oleh lebih dari 5milyar manusia,

[QS;Al Ahzab,33:59] Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[QS;An Nuur,24:31] Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Sayang,
Untuk kebahagiaan kita manusia, dan kesuksesan kita manusia, ALLAH memberikan pedoman,
[QS;At Taghaabun,64:8] Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

[QS;Ali 'Imran,3:200] Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Semoga ini merupakan peringatan bagi kita semua yg “mengerti”, dan segera kita memperbaiki kesalahan kita, menghapusnya dari lembar-lembar yg kita coret, semoga kita termasuk orang-orang yang takut akan murka dan azab ALLAH SWT.

Maafkan dolphin, tapi ini karena dolphin sayang pada sahabat dolphin.

Semoga ALLAH memberkahi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr Wb,,

idul_fitri_1430H

Semoga ALLAH SWT menerima segala amal ibadah kita,
Semoga ALLAH SWT menjadikan kita sebagai hambaNYA
yang dijadikanNYA kembali suci dan memperoleh kemenangan.
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf.
dolphin

Assalamu’alaikum Wr Wb,,

Sayang,, sebelumnya,,
mari kita bersihkan dulu hati kita,,
nah,, selanjutnya kita berpikir,,

Kamu,, sekarang sudah dewasa,,
sudah menjadi seorang wanita,,
cantik,, manis,, dan menarik,,

Sayang,,
mari berpikir mulai dari sekarang,,
kita mulai dari detik ini,,
yang lalu biarlah berlalu,,
apapun isi lembaran kita kemarin,,
biarlah kita lupakan,,

Sekarang,, kamu sudah berada di usia dewasa,,
kamu sudah bukan kecil lagi,,
maka,, mari kita berpikir,,

Bukankah kamu ingin hidup bahagia,,
sekarang,, dan juga nanti,,
bahkan sampai akhirat kelak,,

Qodrat kamu sebagai wanita,,
yang nanti akan menjadi seorang ibu,,
ratu dalam rumah tangga yang bahagia,,

jika itu yg kamu inginkan,,
maka mulai sekarang,,
berusahalah mengikuti panduan yang “mutlak” benar,,
bukan panduan yang salah,,

Itu adalah AL-QUR’AN,,
yang sudah dipraktekkan Rasulullah Muhammad saw,,
yang menjadi akhlaq Rasulullah Muhammad saw,,
yang harus kita ikuti arahan-arahan yang ada didalamnya,,

Sekarang mari kita benar-benar “membaca” AL-QUR’AN,,

“BUKAN” sekedar “membunyikan”,,
kemudian memikirkan dengan sepenuh hati,,
memahami dengan sepenuh jiwa,,
Selanjutnya,, menggunakannya sebagai dasar dalam berpijak,,
menggunakannya sebagai dasar dalam melangkah,,

Sebagai wanita calon ratu dalam rumah tangga,,
Carilah ilmu sebanyak-banyaknya,,
dan sebagai landasan bagi semua itu,,
bacalah AL-QUR’AN,,
pikirkanlah,, pahamilah,,

Misalnya;
[24:31] Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

itu hanya satu saja dari sekian arahan,,,

yang lain lagi;
[33:59] Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

dan yg lain lagi;
[25:63] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
[25:64] Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
[25:65] Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”
[25:66] Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
[25:67] Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
[25:68] Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
[25:69] (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
[25:70] kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[25:71] Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
[25:72] Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
[25:73] Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.
[25:74] Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
[25:75] Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.
[25:76] mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

dan banyak lagi yang lainnya,,
mari ikuti dan laksanakan arahan ALLAH,,

Dan hidup adalah perjuangan,,
yang membutuhkan pengorbanan,,

sementara itu dulu,,
semoga bermanfaat,,
kuatkan iman,,
bertahanlah terhadap godaan syetan,,
mohonlah perlindungan kepada ALLAH SWT,,

Semoga ALLAH SWT senantiasa memberkahi kita,,
Wassalamu’alaikum Wr Wb

dolphin

Assalamu’alaikum Wr Wb,,
Sayang,,,
maaf sebelumnya,,
bukannya dolphin menggurui,,
dolphin hanya mau sharing aja,,
jika benar, silahkan dipakai (bila berkenan),,
jika salah, buang jauh-jauh,,

Sayang,,
beginilah suratan qodar ALLAH dlm kehidupan,,
kita dilahirkan dari rahim seorang ibu,,
dari sebuah benih sperma seorang lelaki,,
yg membuahi sebuah sel telur seorang wanita,,
dari sebuah konsepsi,,
berkembang hari demi hari,,
dalam kegelapan yg berlapis-lapis,,
yg dirasakan berat dan bertambah2 beratnya,,
oleh seorang ibu,,
setelah lengkap kejadian itu,,
kitapun harus lahir didunia ini,,
kaki2 mungil,,
tangan2 mungil,,
bibir mungil,,
semuanya bergerak,,
dan,,
dengan kasih sayang ALLAH,,
kita tumbuh,,
kasih dan sayang juga diletakkan ALLAH pada ayah&ibu kita,,
sehingga kita tumbuh dan berkembang,,
akhirnya sampai pula kita di usia dewasa,,

Sayang,,
dari kecil kita dididik ALLAH,,
lewat siapapun yg ada disekeliling kita,,
terutama ibu,, dan ayah,,
hari demi hari,,
minggu berganti bulan,,
tahunpun berganti,,
usia dewasa juga telah kita capai dan jalani,,

Selanjutnya,, sayang,,
kitapun harus mengalami semua itu,,
tentunya berbekal dengan maksimal,,
semua ini kita jalani sebagai menanam bekal,,
nah suatu saat,, tentunya kita akan memetiknya,,

Oleh karena itu,, sayang,,
mari kita hitung-hitung,,
sudahkah kita mengumpulkan bekal,,
menanam sesuatu yg baik,,
menjaga dengan sepenuhnya,,
yg kelak akan kita petik hasilnya,,

Sayang,, hidup ini tidak lama bukan,,?
dan hiduppun hanya sekali,,
maka mari kita jadikan hidup kita berarti,,

Sayang,, ada dua warisan yg ditinggalkan pada kita,,
jika kita berpegang teguh pada keduanya,,
mengikuti dengan sepenuh hati dan jiwa,,
melaksanakan arahan yang ada,,
berbuat sesuai anjuran,,
menghindar dari berbagai larangan,,
maka kita akan bahagia,, sukses,,
mulai dari dunia ini,,
sampai akhirat,,
dua warisan itu adalah,,
AL-QUR’AN dan sunnah Rasululllah Muhammad saw,,

Sayang,, selanjutnya,, ada pertanyaan,,
sudahkah kita membaca keduanya,,?
sudahkah kita memahaminya,,?
sudahkan kita mengikuti dengan ikhlash,,?

Jika jawabnya adalah “belum”,,
maka kita harus segera mencari,,
selanjutnya melaksanakan,,

Sekian dulu ya,,
insya ALLAH dolphin sambung lagi,,,
Wassalamu’alaikum Wr Wb

dolphin

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)
Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”
Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Wa ba’du:
Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.
1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.
2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.
3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.
5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.
6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.
7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.
8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.
9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.
10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.
11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).
12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.
13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.
14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.
16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.
17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.
18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.
19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.
20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.
21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.
22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.
23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.
24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.
25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.
26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.
27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.” (HR. Bukhari Dan Muslim)
28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.
29. Ucapkanlah “bismillah” ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah “alhamdulillah” apabila engkau telah selesai.
30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.
31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.
32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).
33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.
34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.
35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.
36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian. “Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)
37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.” (Luqman: 17) Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apaapa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.
39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)
40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.
41. Wajib bagimua untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.
42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.
43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.
44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.
45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.
46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.
47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.
48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.
49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.
50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu “assalamualaikum” dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.
51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.
52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.
53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.
54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.
55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.
56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.
57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.
58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.
59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.
60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.
61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.
62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.
63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan (perkataan) mereka.
64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.
65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.
66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: “yarhamukallah” apabila dia mengucapkan: “alhamdulillah”
67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.
68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.
69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada Allah .
70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.
71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.
72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu.
73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.
74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.
(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)
dolphin

Tuhanku,
bentuklah putraku menjadi manusia kuat,
agar menjadi pemberani manakala dirinya lemah,
menghadapi dirinya sendiri manakala dia dalam keadaan takut.

Jadikan manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan,
jujur dan rendah hati serta berbudi halus ketika dalam kemenangan.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang semangatnya tak pernah mati,
putra yang selalu mengingat Engkau dan mengenali dirinya.

Tuhanku,
aku mohon agar putraku jangan dipimpin dijalan yang mudah dan lunak,
tetapi dibawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan.
Didiklah putraku supaya tetap teguh ditimpa badai
dan mampu melimpahkan cinta bagi mereka yang gagal.
Bentuklah putaku menjadi manusia yang berhati bening,
yang cita-citanya tinggi,
putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain,
putra yang mampu menjangkau masa depan,
tetapi tidak melupakan masa lalunya ketika dia menggapainya.
Aku juga memohon, jadikan pula putraku seorang yang jenaka,
agar dalam kesungguhannya tetap ceria.

Tuhanku,
berilah juga ia kerendahan hati,
agar selalu ingat kesederhanaan, kearifan, kelembutan,
dan kekuatan sejati,
sehingga suatu saat, aku, ayahnya, berani berkata, “Hidupku tidaklah sia-sia.”